BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2014

Sheffield FC, Klub Sepak Bola Pertama dan Tertua Di Dunia

Telinga kita pasti lebih akrab denga klub Sheffield United atau Sheffield Wednesday, kedua klub tersebut bahkan pernah merasakan kerasnya ajang Premier League. Sheffield FC adalah sebuah tim yang sekota dengan keduanya, tetapi klub yang satu ini adalah sebuah klub sepak bola modern tertua di dunia, klub seangkatannya mungkin sudah pada berguguran ditelan jaman.

Pada tanggal 24 Oktober 1857 dua orang pendiri Sheffield FC, Nathanaiel Creswick dan William Prest bersama-sama membentuk sebuah klub sepak bola. Tujuan utamanya adalah membuat mereka tetap fit saat musim dingin. Nathanaiel dan William adalah pemain Cricket dan saat musim dingin, semua pertadingan cricket ditiadakan, sehingga mereka harus mencari alternatif lain agar kondisinya selalu fit, maka dibuatlah sebuah klub sepakbola.

Sejalan dengan waktu, Sheffield FC akhirnya bertanding di liga amatir, dan tetap menjadi amatir saat pertandingan profesional digelar pertama kali saat klub itu berulang tahunnya yang ketiga puluh. Dan terus bermain sebagai kesebelasan amatir walau kedua klub dari kota yang sama, Sheffield United dan Sheffield Wednesday masuk ke ajang kompetisi profesional.

Menjadi sebuah klub sepakbola tertua di dunia ternyata membuat Sheffield FC menjadi semakin dekat dengan masyarakat. Klub ini terus mengembangkan diri menjadi sebuah community club dimana orang yang terlibat di dalamnya hanya ada 3 orang staff yang bertugas dari menjual karcis, membuat jadwal, menjamu tim lawan sampai mengecat garis lapangan dilakukan oleh mereka. Dan sebagai sebuah community club, Sheffield FC memiliki 16 tim sepak bola dan 3 tim sepak bola dari orang cacat. Pendapatan klub lebih banyak dari iuran, kedai kopi dan penjualan online.

"Sheffield FC sebenarnya lebih senang dikenal sebagai klub sepak bola pertama daripada disebut dengan klub sepak bola tertua."

Sheffield FC adalah klub yang mengenalkan permainan sepak bola modern. Teknik-teknik seperti sundulan kepala, crossbar dan corners adalah inovasi-inovasi sepak bola yang diperkenalkan oleh mereka. Jika pada jaman dahulu orang bermain bola seperti sebuah perkelahian, Sheffield FC mulai mengenalkan tendangan bebas dan pelanggaran serta lemparan kedalam saat bola keluar lapangan.

Saat pertama mereka berdiri, sudah hampir dipastikan belum ada lawan atau klub lain yang dapat diajak bertanding, sehingga mereka membuat pertandingan dengan berbagai bentuk tim, misalnya pertandingan antara pria menikah melawan bujangan.

"Pada tahun 1862 atau 5 tahun setelah Sheffield FC berdiri terbentuk 15 klub di sekitar kota Sheffield. Dan pada tahun berikutnya English FA didirikan."
Pertandingan antar kota pertama kali dilakukan melawan London City di Battersea Park, pada 1866. Dan pada tahun 1872, Sir Charles Clegg menjadi pemain Sheffield yang mengikuti pertandingan internasional antara Inggris vs Skotlandia.

Dibawah asuhan manager Mark Shaw, klub ini finish di peringkat 11 musim lalu (2010-2011). Sekarang Sheffield F.C berbasis di Coach and Horses Ground, Dronfield, Derbyshire.

Beberapa penghargaan yang telah diraih klub tertua di dunia ini yaitu:
1. Juara FA Amateur Cup, 1903-04
2. Juara divisi dua liga Yorkshire, 1976-77
3. Juara liga Yorkshire, 1977-78
4. Juara Whitbread Trophy, 1987-88
5. Juara divisi satu liga Northern Counties East, 1988-89 & 1990-91
6. Juara liga Northern Counties East, 2000-01 & 2004-05
7. Juara Sheffield and Hallamshire Senior Cup, 1993-94, 2004-05, 2005-06, 2007-08 & 2009-10

Sheffield FC mungkin memiliki peluang yang kecil untuk dapat memenangkan piala FA atau sekalipun Premier League, tetapi klub ini telah mengilhami ratusan ribu klub sepak bola modern di dunia dan menjadikan para pemain bola saat ini menjadi super star olah raga dengan penghasilan jutaan Poundsterling. Sementara Sheffield FC tetap bersahaja dengan kesederhanaan.

CIKAL BAKAL SHEFFIELD UNITED & WEDNESDAY

Selama tiga tahun, Sheffield hanya bermain di antara mereka sendiri dan tak punya musuh, termasuk mempertandingkan pria yang sudah menikah melawan pria lajang. Setelah hal itu bertahan selama tiga tahun, Sheffield kemudian meminta klub kriket Hallam untuk membentuk klub sepakbola sebagai rival. Pertandingan derby antara mereka masih berlangsung hingga kini.
Hingga tahun 1862, sudah ada 15 klub lain yang didirikan di daerah Sheffield, sebuah kawasan yang terkenal dengan industri baja, yang kemudian mengorganisir dirinya di bawah perserikatan Sheffield Club. Mereka semua inilah yang menjadi ujung tombak pembentukan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) pada tahun 1863.
Sheffield kemudian berandil pula dalam pembentukan Sheffield United pada 1889, yang saat ini bermain di Liga Championship (divisi satu) bersama dengan Sheffield Wednesday.


Referensi:

Selasa, 18 Februari 2014

Manchester United : Tragedi 6 Februari 1958

Jadi sebenarnya ada apa di 6 Februari 1958 sehingga menjadi hal yang sangat sakral bagi klub sepak bola asal Inggris Manchester United. Oke postingan ini memang akan fokus mengenang terjadinya tragedi yang memilukan di 6 Februari 1958, khususnya bagi fans Manchester United harus tahu nih.

Semua berawal dari perjalanan United dalam laga away ke Belgrade untuk menghadapi Red Star di 2nd leg perempat final Champions Cup 1957/58, Sebelumnya pada 14 Januari, United telah unggul 2-1 saat 1st leg di Old Trafford lewat gol Bobby Charlton dan Eddie Coleman, Kondisi United saat itu betul-betul kondusif, di liga, United berada di peringkat 2 dengan tertinggal 6 angka dari Wolverhampton, dengan masih 14 match tersisa membuat peluang United kembali menjuarai liga masih terbuka lebar saat itu, di ajang FA Cup, United juga baru saja lolos ke 5th Round setelah mengalahkan Ipswich Town 2-0 di Old Trafford, dan di Champions Cup, dengan kemenangan 2-1 atas Red Star di 1st leg, peluang United untuk melangkah ke semifinal jelas terbuka lebar, saat itu United juga dalam kondisi tidak terkalahkan dalam 11 partai terakhir, The Busby Babes benar-benar dalam keadaan on fire saat itu.
Intinya adalah, saat itu United berpeluang untuk menjadi tim Inggris pertama yang bisa meraih Treble Winners…

Untuk keberangkatan ke Belgrade, United mencarter pesawat dari British European Airways (flight 609), jenis pesawat yang dicarter United dari British European Airways adalah tipe Airspeed Ambassador 2 buatan tahun 1952, pesawat tersebut dipiloti oleh captain James Thain dengan co-pilot captain Kenneth Rayment, keduanya memang sudah berpengalaman.

United tiba di Belgrade dengan selamat, berhasil meraih hasil imbang 3-3 dengan tuan rumah Red Star dan lolos ke semifinal Champions Cup. Keesokan harinya tanggal 6 Februari, United dijadwalkan pulang kembali ke Manchester dengan transit di Munich untuk mengisi bahan bakar, penerbangan ke Munich sempat tertunda 1 jam karena salah satu pemain United Johnny Berry kehilangan paspornya, setelah sempat tertunda 1 jam, akhirnya pesawat take off dari Belgrade dan tiba di Munich sekitar jam 13.15 waktu setempat, setelah selesai mengisi bahan bakar, menara kontrol di bandara Munich-Riem mempersilakan pesawat untuk lepas landas sekitar jam 14.19, pesawat pun coba melakukan take off, tetapi gagal, captain Thain merasa ada keanehan dan kerusakan di mesin kiri pesawat, take off kedua dilakukan sekitar 3 menit kemudian, tapi tetap gagal dan pesawat tetap mengeluarkan bunyi aneh saat berakselerasi, salju turun semakin lebat, captain Thain mencoba untuk memeriksa mesin kiri pesawat, semua penumpang diturunkan untuk kembali ke lounge, disaat kembali dan menunggu di lounge bandara inilah para penumpang termasuk pemain merasa kalau penerbangan akan ditunda.

Duncan Edwards bahkan sempat mengirim telegram pada kekasihnya dengan bunyi: “Semua penerbangan ditunda, baru akan terbang besok. -Duncan-”, disaat kegelisahan melanda para penumpang yang menunggu di lounge, captain Thain sedang berkonsultasi dengan teknisi Bill Black di luar. Setelah melakukan pemeriksaan, teknisi Bill Black menyarankan agar penerbangan ditunda untuk perbaikan menyeluruh, tetapi captain Thain merasa kerusakan tidak terlalu parah dan masih bisa diakali dengan membuka mesin katup lebih lambat dari seharusnya, langkah yang akan diambil captain Thain itu berarti akan mengurangi kecepatan pesawat saat mencoba take off nanti, tetapi karena landasan pacu bandara Munich-Riem cukup panjang (2 km), captain Thain merasa bahwa langkah tersebut tidak akan bermasalah, yang tidak terlalu diperhitungkan captain Thain adalah salju semakin tebal menutupi landasan pacu yang akan semakin mengurangi kecepatan.

Setelah keputusan untuk tetap take off diambil, para penumpang dipanggil untuk kembali masuk ke dalam pesawat, salju semakin lebat, para penumpang berjalan masuk kembali ke pesawat dengan perasaan yang semakin gelisah, salah seorang pemain, Liam Whellan (yang kemudian menjadi korban), berkata: “Ini bisa saja berujung kematian, tapi aku sudah siap.” pemain lainnya seperti Duncan Edwards, Tommy Taylor, Mark Jones, dan Eddie Colman, memilih untuk pindah duduk di bagian belakang, mereka pindah ke belakang dengan harapan akan lebih aman jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sayangnya mereka salah, jam menunjukkan pukul 14.59, pesawat pun mencoba untuk take off yang ketiga kalinya setelah mendapat izin dari menara pengawas bandara, pesawat mulai melaju dan masih mengeluarkan guncangan aneh terutama saat kecepatannya semakin dinaikkan, pesawat semakin melaju dengan kecepatan 117 knot (217 km/jam), 2 knot lagi untuk mencapai batas minimum kecepatan untuk lepas landas, dalam kecepatan 117 knot itu, pesawat sudah tidak mungkin lagi untuk batal take off, pilihannya cuma 2: terbang atau celaka akan menimpa, sayangnya 2 knot yang dibutuhkan itu tidak pernah tercapai sementara ujung landasan pacu semakin dekat.

Setelah terus bertahan di kecepatan 117 knot, pesawat malah kembali melambat di angka 112 knot dan makin lambat di 105 knot, bencana!! Salju yang semakin tebal menutupi landasan pacu jelas jadi faktor utama melambatnya kecepatan pesawat, co-pilot Rayment berteriak: “Tuhan! kita tidak akan bisa terbang!” menyadari situasi yang tengah terjadi dengan landasan pacu semakin sempit, dan terjadilah apa yang tidak diinginkan… pesawat terus tergelincir melewati landasan pacu, menabrak pagar pembatas dari bandara, pesawat terus melaju dan menabrak rumah dan bangunan disekitar bandara, sayap kiri pesawat patah, demikian pula sayap belakang, sementara sisi kanan pesawat menabrak sebuah bangunan yang di dalamnya terdapat truk bermuatan ban dan bahan bakar, captain Thain yang lolos dari maut coba memerintahkan awaknya yang selamat untuk keluar dari pesawat dan melakukan evakuasi.

Api mulai membesar di sisi kanan pesawat yang masih menyimpan sekitar 2.300 liter bahan bakar, keadaan semakin kacau, kondisi di bagian dalam penumpang? gelap, hancur, berantakan, tidak lagi terlihat jelas mana yang masih hidup dan mana yang sudah tewas, kiper United, Harry Gregg, tidak percaya dirinya masih hidup, ia berpikir kepalanya yang penuh luka darah seharusnya sudah membuatnya mati, sadar dirinya masih hidup dan masih cukup kuat untuk ikut membantu evakuasi, Gregg mulai mencari siapa saja yang masih bisa diselamatkan.

Demikianlah tragedi memilukan itu terjadi… dari total 44 penumpang, 20 meninggal di tempat dan 3 meninggal saat perawatan, dan dari total 23 orang yang tewas, 8 diantaranya adalah pemain United dan 3 official klub juga ikut meninggal karena tragedi ini… THE BUSBY BABES!!
Berikut THE BUSBY BABES yang meninggal di tragedi MUNICH :

Billy Whelan (23 tahun), forward, MUFC 1954-1958; 98 appearances, 52 goals
Geoff Bent (26 tahun), full back, MUFC 1954-1958; 12 appearances, 0 goals

David Pegg (23 tahun), forward, MUFC 1952-1958; 150 appearances, 28 goals
Eddie Colman (22 tahun), half back, MUFC 1955-1958; 108 appearances, 2 goals
Roger Byrne (29 tahun), full back, MUFC 1951-1958; 280 appearances, 20 goals
Mark Jones (25 tahun), half back, MUFC 1950-1958; 121 appearances, 1 goal
Tommy Taylor (25 tahun), forward, MUFC 1952-1958; 191 appearances, 131 goals
Duncan Edwards (22 tahun), half back, MUFC 1952-1958; 177 appearances, 21 goals
Selain 8 pemain United dan 3 official klub, terdapat 8 jurnalis, 2 kru pesawat dan 2 penumpang lainnya yang menjadi korban jiwa (total = 23), 2 kru pesawat: captain Ken Rayment (co-pilot), Tom Cable (cabin crew). untuk captain Rayment, dia meninggal setelah 3 minggu dirawat, 8 jurnalis: Alf Clarke (Manchester Evening Chronicle), Donny Davies (Manchester Guardian), George Follows (Daily Herald), Tom Jackson (Manchester Evening News), Archie Ledbrooke (Daily Mirror), Henry Rose (Daily Express), Eric Thompson (Daily Mail), dan satu jurnalis lagi adalah Frank Swift (News of the World), dia adalah mantan kiper City dan timnas Inggris.

Sementara itu 2 penumpang biasa yang ikut menjadi korban jiwa adalah Bela Miklos (travel agent) dan Willie Satinoff (sahabat Sir Matt Busby), bagaimana dengan kabar Sir Matt Busby sendiri? beliau berhasil lolos dari maut setelah dievakuasi oleh Harry Gregg, termasuk yang diselamatkan oleh Gregg adalah Bobby Charlton, Jackie Blanchflower, dan Dennis Viollet, selain itu Gregg juga menyelamatkan Vera Lukic, istri dari diplomat Yugoslavia saat itu, dan anak perempuannya, Vesna, sisa 5 pemain United lainnya yang selamat adalah Johnny Berry, Ray Wood, Bill Foulkes, Albert Scanlon, dan Kenny Morgans, dari seluruh pemain United yang selamat, hanya tersisa 3 yang saat ini masih hidup, yakni Sir Bobby Charlton, Harry Gregg, dan Bill Foulkes.

Kembali ke Sir Matt Busby, beliau mengalami cedera parah dan bahkan sempat 2x menjalani last rites (ritual doa bagi yang akan meninggal), Matt Busby akhirnya berhasil survive meski harus dirawat selama 9 minggu, selama beberapa minggu beliau tidak tahu kabar kematian pemainnya, setelah akhirnya mengetahui kabar kematian anak asuhnya, Sir Matt mengalami depresi yang semakin membuatnya menderita, untuk semakin memulihkan kondisi fisik dan psikisnya, Matt Busby kemudian dibawa ke Swiss, selama masa pemulihan, Matt Busby memutuskan untuk pensiun total sebagai manajer United, sampai kemudian istrinya membujuknya untuk bertahan, istri Matt Busby berkata: “Tahukah engkau Matt, anak-anak asuhmu yang telah tiada itu pasti akan menginginkanmu untuk tetap melatih.”, mendapat motivasi seperti itu, Matt Busby akhirnya merubah keputusannya untuk pensiun dan berkeinginan untuk kembali memimpin United, setelah tragedi tersebut, United yang kekurangan pemain tadinya akan mengundurkan diri dari semua kompetisi di sisa musim 1957/58 tersebut, namun diputuskan United tetap melanjutkan sisa musim dengan gabungan pemain reserves dan akademi serta pinjaman/pembelian dari klub lain, 2 pekan setelah tragedi, United akhirnya menjalani match pertamanya dengan menghadapi Sheffield Wednesday di OT pada 5th Round FA Cup.

Jimmy Murphy menjadi manajer sementara, dia tidak termasuk dalam korban tragedi Munich karena tidak ikut (saat itu sedang melatih Wales), pertandingan tersebut akan menjadi pertandingan yang penuh emosional, kesedihan, dan rasa simpati, tak ada yang berharap United kalah, bahkan rakyat Inggris ingin Sheffield Wednesday untuk mengalah saja agar United bisa mempersembahkan kemenangan pada para korban tragedi, sebagai bentuk penghargaan terhadap para pemain yang menjadi korban, United mengosongkan daftar starting line up di kertas official match.
United mengosongkan daftar starting line up di kertas official match

Sumber:
http://azizhadi.com/tragedi-munich-6-februari-1958-manchester-united.html

Sabtu, 15 Februari 2014

Sejarah Sepak Bola Inggris

Source: wikimedia.org
Mendengar nama Arsenal, Aston Villa, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Newcastle United,tentulah sudah tidak asing lagi bagi telinga orang kebanyakan, belum lagi para supporter atau maniac bola.Memang sederatan nama tadi adalah nama klub sepakbola yang popular dari daratan Inggris. Untuk menambah wawasan tentang sepakbola Inggris maka berikut ini ulasan mengenai Sejarah Liga Sepak Bola Inggris.

Pada tahun100-500 masehi beberapa komunitas orang Romawi menyebarkan permainan harpastrum ke wilayah Eropa. Hal ini ditandai dengan kejadian penting yaitu pertandingan antara tentara Inggris yang berhasil mengalahkan tentara Roma. Catatan sejarah lainnya menunjukkan bahwa tahun 1100 permainan sepak bola di daratan Inggris dilakukan dengan brutal dan tanpa aturan yang tertata sehingga pada tahun 1314 Raja Edward II melarang sepakbola dan larangan ini sampai berlanjut oleh Raja Edward III pada tahun 1365.

Pada tahun 1500 Italia menemukan calcio lalu tahun 1561 seorang bernama Richard Mulcaster mengadopsi calcio dari Florence ini dan dijadikan mata pelajaran di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Inggris. Pada tahun 1572 kembali Ratu Elizabeth I melarang sepakbola kembali, bahkan mengancam rakyatnya yang memaksa bermain dengan hukuman penjara.

Sekitar dua ratus tahun kemudian, Joseph Strutt (1700 masehi) menulis buku The Sports and Pastimes of The People England. Buku ini menjelaskan mengenai aturan sepak bola yang harus terdiri dari dua tim dengan jumlah pemain masing-masing sama. Kedua tim harus berebut bola untuk dapat memasukkannya ke gawang lawan. Seorang bernama Mulcaster mengkampanyekan permainan  sepak bola yang tidak brutal. Permainan bahkan bisa dimainkan oleh perempuan dan anak-anak karena berguna untuk menambah kekuatan dan kebugaran tubuh.

Konsep dari buku Strutt lalu dijadikan acuan dalam penyusunan peraturan sepak bola modern dan mampu mendasari lahirnya Football Association di Inggris pada tanggal 26 Oktober 1863 oleh sejumlah 11 klub sepak bola. Dari organisasi ini lahir istilah soccer, dari singkatan kata association. Charles Wreford Brown, mahasiswa Universitas Oxford, menemukan tak sengaja istilah ini ketika ditanya orang apakah ia seorang pemain rugbi (rugger), olahraga yang lebih terkenal di sana. Brown menjawab, “No, I’am soccer.”

Sedangkan istilah football pertama kali disebut dalam larangan- larangan para raja pada abad 17 dengan sebutan fute-ball, dan kemudian dipopulerkan pula oleh dramawan Inggris yang terkenal, William Shakespeare. Permainan ini kemudian menyebar ke beberapa negara jajahan Inggris dan berkembang pesat pada massa  abad modern.

Seolah tidak ada yang membantah bahwa Liga Utama Inggris merupakan salah satu kompetisi liga yang terbaik dimuka bumi untuk era sekarang. Tentu bersaing ketat dengan popularitas liga Italia, Spanyol dan jerman. Dalam Liga Inggris dihuni oleh pemain-pemain sepak bola kelas dunia dunia yang dianugrahi talenta dan popularitas, meskipun sebagian besar bukan berasal dari Inggris asli.

Liga primer sepakbola Inggris diikuti oleh sejumlah 20 klub sepak bola terkemuka di pelataran liga sepak bola Inggris. Dari catatan sejarah maka liga ini didirikan pada tahun 1992, saat itu sejumlah klub sepak bola papan atas memisahkan diri dari liga sepak bola dengan membuat kontrak yang menguntungkan dengan beberapa stasiun televisi.

Liga Primer Inggris (Premier League, nama lama F.A. Premier League) oleh khalayak umum juga disebut dengan Barclays Premiership di Britania Raya dan Barclays English Premier League secara internasional. Liga ini merupakan kompetisi antara klub sepak bola Inggris yang berada kelas utama dari sekian struktur liga sepak bola Inggris, sehingga karenanya maka menjadi kompetisi sepak bola primer di Inggris.

Dari sejumlah 20 klub peserta liga yang berkompetisi di Liga Utama Inggris maka dalam satu putaran musim kompetisi setiap klub melakukan pertandingan melawan klub lain sebanyak dua kali pertandingan. Yaitu sekali di stadion mereka (home base stadium) dan sekali lagi di tempat lawannya (away).

Dengan jumlah pertandingan sebanyak 38 maka untuk seluruh klub peserta menghasilkan jumlah total 380 pertandingan. Pada setiap akhir musim kompetisi, sejumlah tiga klub urutan terbawah akan terkena aturan degradasi, sedangkan  empat klub teratas akan masuk zona kompetisi Liga Champions untuk memperebutkan Piala Champions.

Untuk tiga klub peringkat teratas masuk langsung,  sedangkan klub urutan ke-4 dan 5 masuk melalui babak pendahuluan (play-off). Untuk klub rangking ke-5 liga utama akan langsung masuk kompetisi untuk memperebutkan Piala UEFA. Untuk klub urutan ke 18-20 akan terdegradasi ke divisi Championship dan posisinya akan digantikan oleh klub peringkat 1-2 dari Divisi Championship yang mendapatkan promosi ke liga primer Inggris.

Sumber:
 
Copyright © 2014 Soccer History.