BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

El Clasico, Rivalitas Panjang Real Madrid dan Barcelona

Bicara tentang El Clasico tidak pernah ada habisnya, untuk fans Real Madrid dan Barcelona seharusnya sudah tahu tentang sejarah panjang rivalitas ke dua tim ini. Tulisan ini tidak untuk menghakimi atau berpihak dengan salah satu tim. Berikut kami sajikan ulasan yang di kutip dari opraywinter.blogspot.com yang membahas rivalitas kedua tim ini.

Sejarah awal rivalitas Real Madrid vs Barcelona 


Klub sepakbola Barcelona didirikan tahun 1899 oleh seorang kelahiran Swiss bernama Hans Gamper (yang sama seperti Anda, saya pun tidak kenal). Dia membentuk klub sepak bola yang berisi pemain-pemain dari Swiss, Inggris, dan Catalan (satu suku bangsa di Spanyol). Gamper mencetak 103 gol antara tahun 1901 sampai 1903 dan menjadi Presiden klub sampai kematiannya tahun 1930. Stadion Barcelona pertama dibangun tahun 1909 dengan kapasitas penonton 6000 orang. Pertama kali Barcelona menjadi juara liga spanyol adalah tahun 1929, hanya 1 tahun sebelum kematian Gamper. Pada waktu itu, Barcelona sudah menjadi tim yang disegani dan sudah bisa merekrut pemain-pemain asing seperti Hector Scarone (Uruguay). Akan tetapi pemain yang mungkin “paling” terkenal pada zaman ini adalah sang kiper, Ricardo Zamora. Zamora terkenal karena 2 alasan. Pertama, nama dia diabadikan sampai sekarang sebagai nama piala penghargaan untuk kiper terbaik di liga spanyol setiap tahunnya. Kedua, dia adalah pemain pertama yang menapaki jalan transfer yang paling berbahaya di spanyol: Pindah dari Barcelona ke Real Madrid!

Permusuhan antara Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Franco. Siapa Franco ini? Dia adalah seorang Jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, sampai sekarang, adalah “ibukota” dari Provinsi Catalonia, yang sebagian besar penduduknya adalah dari suku bangsa Catalan dan Basque. Sejak dulu, orang-orang catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah “penjajahan” Spanyol.
Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suñol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona “diinstruksikan” (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan “pengaturan pertandingan” dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub “anti-franco” dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum, terhadap Spanyol. Ada juga klub-klub lain di Catalonia seperti Athletic Bilbao dan Espanyol. Athletic Bilbao sampai saat ini tetap pada idealismenya untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi prestasi tidak sementereng Barcelona. Demikian juga dengan Espanyol. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, FC Real Madrid.

Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!. Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.

Pada tahun 50-an dan 60-an, Barca memang tertutup oleh kejayaan Real Madrid yang waktu itu diperkuat Ferenc Puskas, Di Stefano, dsb. Sebagai anak emas Franco sejak tahun 1930-an, Real Madrid memang selalu memiliki sumber dana besar untuk belanja pemain. Barcelona sendiri, pada 2 dasawarsa tersebut hanya bisa memenangi 4 kali liga spanyol, 2 kali piala raja, dan satu kali piala Inter City Fair (yang kemudian menjadi UEFA Cup).

Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. FC Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah marun Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami dari warna merah dan kuning (bendera) Catalonia.

Rivalitas Hingga Kini

Pada tahun 1973, seorang pemain Belanda yang kelak menjadi salah satu legenda Barcelona, Johan Cruyff, bergabung dari Ajax. Dalam pernyataan persnya ketika diperkenalkan, Cruyff menyatakan bahwa ia lebih memilih Barcelona dibanding Real Madrid karena ia tidak akan mau bermain di sebuah klub yang diasosiasikan dengan Franco. Bersama kompatriotnya, Johan Neeskens, mereka langsung membawa Barcelona memenangi gelar liga spanyol (setelah sebelumnya 14 tahun puasa gelar), dan dalam prosesnya tahun itu sempat mengalahkan Real Madrid di kandang Madrid sendiri dengan skor 5-0.

Pada tahun itu Johan Cruyff dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa, dan memberi nama anaknya dengan nama khas Catalan, yaitu Jordi. Statusnya sebagai legenda menjadi abadi. Jordi Cruyff sendiri pada akhirnya tidak pernah bisa sebesar ayahnya. Karir sepakbolanya lebih banyak dihabiskan di klub-klub medioker, meski sempat beberapa tahun memperkuat Manchester United.

Selanjutnya, permusuhan itu terus ada, meskipun tidak sesengit pada tahun-tahun awalnya, sampai sekarang. Bisa dibilang, rivalitas saat ini sudah lebih sportif dan berjalan dengan lebih “sehat”. Tapi permusuhan yang sejak dulu telah begitu mengakar menjadikan duel diantara keduanya selalu menjanjikan sesuatu yang spesial. Inilah mengapa duel antara Barcelona dengan Real Madrid yang terjadi setidaknya 2 kali setiap tahunnya (di liga Spanyol) disebut dengan el classico, karena memang menyajikan satu duel klasik dengan sejarah panjang terbentang dibelakangnya.

Meski berulang setiap tahun, akan tetapi saking monumentalnya duel ini membuat Johan Cruyff dan Bobby Robson ketika menjadi pelatih Barcelona pada era akhir 1980-an sampai akhir 1990-an sampai mengibaratkan el classico sebagai sebuah “perang”, bukan sekedar pertandingan sepak bola. Baik pelatih Real Madrid maupun pelatih Barcelona ketika menghadapi el classico akan merasa seperti membawa sepasukan serdadu perang, bukan sebuah kesebelasan sepak bola, karena begitu besarnya kehormatan yang dipertaruhkan. Demikian juga pertaruhan bagi pelatih, karena ketika dia diangkat sebagai pelatih seolah sudah ada beban yang diberikan oleh klub: Anda boleh kalah dari siapa saja di liga ini, tapi JANGAN sampai kalah dari Real Madrid!

Meski begitu di dalam lapangan, “peperangan” ini sepanjang sejarahnya selalu berlangsung dalam sportifitas yang tinggi, karena sportifitas pun merupakan satu bentuk kehormatan yang harus dijaga. Ini soal nama baik.

Transfer pemain adalah salah satu bentuk perang di luar lapangan. Dalam hal ini, perpindahan pemain dari Barcelona ke Real Madrid (maupun sebaliknya) akan dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatan.


Luis Figo mungkin adalah salah seorang yang paling mengerti mengenai hal ini. Direkrut oleh Barcelona pada tahun 1996, pemain Portugal yang kala itu “bukan siapa-siapa” tersebut kemudian menemui masa-masa jayanya. Barcelona memberinya peranan signifikan sebagai sayap kanan tim, dan bersama Rivaldo membawa Barcelona berjaya pada akhir tahun 1990an. Akan tetapi, pada tahun 2001, dunia tersentak ketika Figo menerima tawaran Real Madrid dengan iming-iming gaji dua kali lipat dan nilai transfer yang ketika itu menjadi rekor pembelian termahal seorang pemain sepak bola. Nilai itu melebihi batas klausul transfer Figo, sehingga Barcelona harus menerima tawaran tersebut berdasarkan aturan Bosman. Meski begitu, transfer itu tetap tidak akan terjadi seandainya Figo secara pribadi tidak menerima tawaran Real Madrid. Toh akhirnya Figo berkhianat.

Dalam duel el classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp (kandang Barcelona), Figo menerima sambutan monumental yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup. Seorang pendukung Barcelona di tengah-tengah pertandingan berhasil menerobos pagar petugas keamanan, sambil memakai bendera Barcelona sebagai jubah, kemudian berlari ke arah Figo membawa sebuah hadiah istimewa: sebuah kepala babi, lengkap dengan sedikit darah masih menetes dari lehernya. Ia kemudian melemparkan bendera Barcelona dan kepala babi itu ke arah Figo. Figo sendiri hanya terdiam menunduk beberapa saat, lalu berjalan menjauh. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu, karena ia tahu kepala babi itu adalah simbol keserakahan dan pengkhianatan.

Sumber:

Minggu, 16 Februari 2014

Klub Bola Pertama di Spanyol dan Sejarah Federasi Sepakbola Spanyol atau RFEF

Spanyol adalah negara yang terkenal akan sejumlah klub besar seperti Real Madrid dan Barcelona. Kedua tim tersebut sukses merajai di ajang La Liga. Namun, tak banyak yang tahu, pioner klub sepak bola Spanyol sesungguhnya bukanlah kedua tim tersebut.

Klub sepak bola tertua di Spanyol adalah Recreativo de Huelva yang dibentuk pada tanggal 23 Desember 1889 oleh Dr Mackey dan pekerja Inggris yang dipekerjakan oleh perusahaan Rio Tinto. Karena muncul pertama kali, klub ini lantas mendapat julukan "El Decano" (Dekan). Meskipun pada tahun 1886 sudah ada Gimnàstic de Tarragona dan Sevilla FC pada tahun 1890, dua klub itu tidak membentuk tim sepak bola yang sebenarnya sampai pada tahun 1914 dan 1905. Pertandingan resmi pertama sepak bola di Spanyol berlangsung di Sevilla pada 8 Maret 1890 di Tablada Hippodrome. Recreativo de Huelva bermain melawan Sevilla FC, sebuah tim yang terdiri dari para pekerja dari Seville Water Works. Kecuali dua pemain dari Spanyol di tim Huelva, semua pemain di kedua tim berasal dari Inggris. Ini adalah alasan mengapa tim ini disebut Sevilla FC (football club) dan tidak disebut dengan Sevilla CF (club de Fútbol) sesuai dengan Bahasa Spanyol. 

Huelva berhasil menikmati kesuksesan di awal-awal kemunculannya. Mereka berhasil memenangkan 12 gelar terbaik daerah Andalusia secara berturut-turut dari 1903-1914. Namun setelah itu, masa keemasan Huelva sudah semakin memudar.

Pendirian RFEF dan Perkembangannya

Kebanyakan pendatang dan imigran dari Inggris yang datang ke Spanyol tinggal di daerah kota Madrid. Dalam perkembangan selanjutnya, para mahasiswa di Institucion libre de Ensenanza dan beberapa lulusan dari Oxbridge mendirikan klub sepakbola.


Klub sepakbola yang diberi nama Football Club Sky pada tahun 1897. Anggota mereka lebih sering berkumpul dan bermain bersama setiap hari Minggu di Moncla.
Setelah mengalami beberapa konflik antar anggota yang tidak bisa disatukan lagi, Football Club Sky mengalami perpecahan. Pada tahun 1900 konflik ini mengakibatkan klub tersebut pecah jadi dua, yaitu New Foot Ball de Madrid dan Club Espanol de Madrid.


Dalam perkembangan berikutnya, Club Espanol de Madrid mengalami perpecahan lagi sehingga memunculkan klub baru. Klub yang diberi nama Madrid Football Club pada 6 Maret 1902. Kemudian pada tahun 1905 atau sekitar tiga tahun setelah pendiriannya, Madrid Football Club atau Madrid FC berhasil meraih kejuaraan dalam sebuah kompetisi Piala Spanyol.


Dalam kejuaraan tersebut tim kesebelasan ini bisa mengalahkan tim musuh, yaitu Athletic Bilbao pada perebutan gelar juara pertama dan kedua. Setelah beberapa waktu berjalan, klub Madrid FC melakukan penandatanganan bersama atau perjanjian dalam pendirian organisasi sepakbola Spanyol.


Perjanjian tersebut diberi nama Real Federacion Espanola de Futbol atau RFEF. Pendirian organisasi ini dilaksanakan di Laz Rozas, yaitu suatu kawasan yang lokasinya tidak jauh dari kota Madrid. Sementara itu, orang yang pertama kali menjabat sebagai pimpinan atau presiden pertama RFEF adalah Francisco García. Ia memegang jabatan tersebut hingga tahun 1916. Setelah itu diganti oleh Gabriel Maura sampai tahun 1920. Saat ini posisi tersebut dipegang Angel Maria Villar. Ia menjadi presiden RFEF dalam kurun waktu yang cukup lama setelah diangkat pertama kali pada tahun 1988.


Meskipun sudah berdiri pada tanggal  4 Januari 1909, namun pendirian RFEF ini baru mendapat pengesahan dari kerajaan Spanyol pada tahun 1913. Tidak lama kemudian lembaga tersebut didaftarkan pada organisasi sepakbola sedunia, yaitu FIFA atau Federation of International Football Association pada tanggal 27 Juli 1914. 

Sementara itu, setelah sepuluh tahun berdiri terdapat 25 klub sepakbola yang tergabung di dalam RFEF. Meski demikian organisasi tersebut baru bisa menyelenggarakan turnamen maupun ajang kejuaraan secara resmi di bulan Februari tahun 1929. Pada saat itu klub yang ikut bertanding di perlombaan ini ada sepuluh tim.

Tapi sembilan tahun sebelumnya, pada 1920 RFEF sudah bermain pada kompetisi internasional melawan Inggris. Meskipun akhirnya mengalami kekalahan. Tapi ketika melawan Portugal mereka berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 5-0. Kemudian saat melawan tim kesebelasan dari Perancis, skor kemenangan yang didapatkan jauh lebih telak lagi yaitu 8-1 atau selisih tujuh gol. Selanjutnya pada tanggal 15 Mei 1929, pada saat bertemu dengan tim Inggris untuk yang kedua kalinya di kandang sendiri akhirnya bisa memenangkan pertandingan dengan skor 4-3.

Beberapa puluh tahun setelah bergabung dengan FIFA, pada tahun 1956 RFEF memutuskan jadi anggota organisasi lain di bawah naungan FIFA yaitu UEFA (The Union of European Football Associations). Delapan tahun berikutnya pada 1964 di sebuah kompetisi atau kejuaraan tim RFEF berhasil mengalahlan tim dari Uni Soviet (saat ini Rusia) dengan skor 2-1.


Referensi:
 
Copyright © 2014 Soccer History.